RECENT POST
Showing posts with label history. Show all posts
Showing posts with label history. Show all posts

Monday, August 2, 2010



Jejak kaki reptil berusia 318 juta tahun ditemukan oleh ilmuwan. Temuan ini semakin membuktikan teori bahwa reptil merupakan hewan koloni pertama di bumi.

Para peneliti, seperti dikutip dari Daily Mail, menyebut bahwa temuan ini merupakan bukti vertebrata pertama yang menginjak tanah kering. Fosil tersebut ditemukan di tebing laut Teluk Fundy, New Brunswick, Kanada, oleh Dr Howard Falcon-Lang dari University of London.

Reptil merupakan hewan pertama yang berkembang di daratan karena mereka tidak perlu kembali ke air setelah berkembang biak, tidak seperti amfibi.

Batuan tempat bukti ini ditemukan menunjukan adanya kehidupan reptil di dataran sungai kering, ratusan mil dari laut. Penelitian tersebut dilakukan bersama Profesor Mike Benton dari University of Bristol serta diterbitkan dalam jurnal Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology.

Profesor Benton mengatakan, “Jejak-jejak langkah ini berasal dari Periode Karbon saat sebuah benua tunggal (Pangea) menguasai dunia.”

“Pada kehidupan awal, bumi masih dipenuhi rawa pantai di mana banyak hutan hujan serta pakis raksasa dan capung. Namun, saat reptil telah muncul. Keberadaan mereka telah mengubah keadaan benua.”

Tim yang sama pernah melaporkan jejak kaki reptil pada tahun 2007 di kawasan New Brunswick.

“Teluk Fundy adalah tempat yang pas untuk berburu fosil. Tebing laut telah mengikis dengan cepat sehingga memunculkan fosil baru yang menarik. Anda tak akan pernah tahu temuan berikutnya,” ujar Falcon-Lang.


Peralatan dari batu ditemukan di sebuah desa di Inggris menunjukkan bahwa manusia kuno tinggal di Eropa Utara 800 ribu tahun yang lalu, jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya, yang mendorong para ilmuwan untuk mengkaji kembali kemampuan manusia awal.

Sebuah penggalian di desa pesisir timur Happisburgh yang dilaporkan dalam jurnal Nature menunjukkan lebih dari 70 alat batu, mungkin untuk memotong kayu atau daging, dan memberikan catatan pertama pendudukan manusia di pinggir hutan terdingin utara di Eurasia.

"Penemuan ini adalah bukti awal dikenalkannya manusia di Britania, terhitung setidaknya 100 ribu tahun lebih awal dari penemuan sebelumnya," kata Chris Stringer, seorang spesialis asal-usul manusia di Natural History Museum London, yang memberikan pengarahan tentang penelitian.

"Mereka memiliki implikasi signifikan bagi pemahaman kita tentang perilaku manusia awal, adaptasi dan kelangsungan hidup, serta kapan dan bagaimana leluhur awal kita menjajah Eropa setelah keberangkatan pertama mereka dari Afrika."

Penelitian ini memperluas temuan yang diterbitkan 2005 dari Pakefield di Suffolk, Inggris timur, yang menunjukkan manusia telah mencapai Britania sekitar 700 ribu tahun yang lalu, ketika iklim itu cukup hangat yang dapat dibandingkan dengan iklim Laut Tengah hari sekarang.

Sampai saat itu, manusia diyakini memiliki jajahan hanya di wilayah selatan pegunungan Alpen dan Pyrenees di Eropa.

Stringer mengatakan penemuan itu akan mendorong para ilmuwan untuk kembali melirik kemampuan manusia awal, karena bertentangan dengan pemikiran ilmiah sebelumnya, bahwa mereka dapat pindah dan tinggal di Eropa bagian utara yang lebih dingin.

Bukti dari Happisburgh juga memperlihatkan situs di aliran kuno Sungai Thames, yang sekarang mengalir di pusat kota London. Situs tersebut punya kolam renang air tawar dan rawa-rawa di dataran banjir, dan juga terdapat herbivora seperti mammoth, badak dan kuda dan predator seperti hyena, dan kucing bertaring tajam.

"Artefak batu terbaru sangat penting karena, bukan hanya mereka ditemukan jauh lebih awal daripada temuan sebelumnya, tetapi mereka berhubungan dengan susunan data lingkungan yang unik dan memberikan gambaran yang jelas dari vegetasi dan iklim," kata Nick Ashton seorang arkeolog British Museum, yang juga bekerja pada studi ini.

Para peneliti percaya bahwa manusia beradaptasi untuk mengatasi kondisi hidup yang ketat, dengan beberapa tanaman pangan dan hewan, dan musim dingin yang sangat dingin. "Dugaan pribadi saya adalah bahwa mereka memiliki pakaian," kata Ashton.

Para ilmuwan masih berharap untuk menemukan fosil manusia, namun ini sukar dipahami - "dengan 'Grail suci' dari pekerjaan kami," menurut Stringer.

Populasi manusia kuno masih kecil, terdiri dari beberapa ratus, atau mungkin ribuan, dan akan terusir atau berkurang akibat iklim dingin, dan terisi kembali kira-kira setiap 100 ribu tahun, kata para ilmuwan.

Saturday, July 31, 2010

5.Arapaima
http://vietokay.com/zencart/images/zencartaxtraimges/arapaima-diver-ga.jpg

A second this fish is akin with arwana, Amazon Aripaima said to be the biggest fresh water fish. According to the last description, this fish can grow up to 4.5 metres, but still 2 metres that had been found until now. Aripaima eats small fish, crustacea, etc. One of its unique behaviour i this fish is breathing from the air.
(Sekilas ikan ini mirip dengan ikan arwana , Arapaima Amazon dianggap sebagai ikan air tawar terbesar di dunia. Menurut deskripsi awal, bisa tumbuh sampai sampai 4,5 meter, tapi hingga saat ini, Arapaima besar seperti ini jarang ditemukan dan arapaimas paling dewasa rata-rata berukuran 2 meter. Arapaima memakan ikan kecil, krustasea dan apa pun hewan yang kecil bisa masuk kedalam mulut mereka. Salah satu ciri menarik dari ikan ini adalah menghirup oksigen dari udara, seperti cetacea, agar bertahan hidup. Arapaimas tidak menimbulkan bahaya bagi manusia dan sering diburu untuk diambil dagingnya, sayangnya Arapaima sangat langka saat ini.)



4.Sawfish

This animals is a victims from cretadeous period, can be found in sea deep 100 metres and also river. This fish looks like a shark because of its mouth, however sawfish isn't the spescies of shark.
(Hewan ini adalah korban dari periode Cretaceous, dan dapat ditemukan baik di laut atau di sungai pada kedalaman 100 km dengan panjang 7 meter, ikan ini terlihat seperti ikan hiu dengan mulut yang menyerupai gergaji mesin, namun sawfish bukan termasuk di dalam spesies ikan hiu hanya mirip.)


3.Alligator Gar
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqkyo4bpnV-jgCuubNcSyLEgv92iEkCkibCZaAa1pz6ZnXuF-USUq8SC53JdpRP8_brJkvzCdnQzi9Gej4zgu9u_PQQfAt7eX5m1TutK72x195XTj_cQl1sw6Mu9nK8iGWyQ2zvfKZLM6H/s400/ALLIGATOR+GAR.jpg
This fish is found in south, north AS, and east mexico. Became the biggest fresh water in north US. it can grow up to 4 metres and weight up to 200 kg. Alligator Gar is said akin to alligator. This fish is also dangerous to human though there has been no report about dead by this fish.
(Ini predator bersisik tebal ditemukan di AS selatan, utara dan timur Meksiko, menjadi ikan air tawar terbesar di Amerika Utara. Alligator Gar dapat tumbuh hingga 4 meter dan berat sampai 200 kg. Alligator Gar yang disebut demikian karena penampilan mereka mirip reptil buaya dan rahang yang panjang, memiliki dua sisi gigi yang tajam. Alligator Gar adalah predator yang rakus dan telah dikenal berbahaya untuk manusia, meskipun belum dikonfirmasi kematian karena Alligator Gars telah dicatat sampai saat ini. Gars adalah salah satu dari ikan tertua yang hidup saat ini.)


2.Polypterus Senegalus
http://www.biomimicrynews.com/Images/polypterus_senegalus.jpg
This african fish often calls dinosaurs eel, because of their back fin appearance is serration. In fact, they aren't an eel.
(Ikan Africa ini sering disebut "belut dinosaurus", karena penampilan mereka dan sirip punggung bergerigi. Mereka sebenarnya bukan belut, tetapi anggota keluarga Bichirs. Meskipun sering dijual sebagai hewan peliharaan eksotis "belut dinosaurus", mereka dapat bertahan keluar dari air untuk jangka waktu yang lama selama kulit mereka tetap basah.)


1.Coelacanth
http://www.islandenvironmentblog.org/Coelacanth1.jpg
Coelacanth is the most popular from all of 'live fossil' and proper to be the #1 of this list, because this is the best example from a lazarus taxonomy, this animal should be extinct long time ago. in 1938, a live species is found in south africa.
(Coelacanth adalah yang paling terkenal dari semua "fosil hidup" dan pantas menjadi # 1 dalam daftar ini, karena ini adalah contoh terbaik dari sebuah takson Lazarus, ini adalah binatang yang seharusnya lama punah dan tak terduga ditemukan masih hidup hingga sekarang. Ikan ini seharusnya telah punah pada periode Cretaceous, bersama dengan dinosaurus, tetapi pada tahun 1938, sebuah spesimen hidup tertangkap di Afrika Selatan. Sejak itu, spesimen telah dilihat dan difoto, dan spesies Coelacanth kedua bahkan ditemukan di Indonesia pada tahun 1999. Ikan ini adalah predator besar, panjangnya 2 meter, mereka memakan ikan yang kecil, termasuk hiu kecil, dan biasanya ditemukan di laut dalam, perairan gelap.)

http://www.suaramanado.com/img_berita/coelacanth_3.jpg
People rarely eat this fish and consumed it because of their weird taste, Coelancanth live in south africa water and east indonesia water. Coelacanth is categorize as prehistory fish and live fossil because it guess has been live in devonian era, about 380 million years ago.
(Penduduk jarang menangkap dan mengkonsumsi karena rasanya yang aneh, Coelancanth ikan raja laut sebagai spesies yang hampir punah hingga saat ini. Ikan ini hanya hidup di perairan Afrika Selatan bagian barat dan perairan Indonesia timur masing-masing disebut Latimeria chalumnae dan Latimeria menadoensis. Spesies baru yang ditemukan di Manado pada tahun 1999 mengejutkan dunia karena sejak tahun 1940 spesies Coelacanth dikenal hanya berasal dari bagian barat Madagaskar. Coelacanth dikategorikan sebagai ikan prasejarah dan fosil hidup karena diduga sudah ada semenjak era Devonian, sekitar 380 juta tahun yang lalu.)

Kapal HMS Investigator merupakan salah satu dari sejumlah kapal Amerika dan Inggris.


Ilustrasi kapal Sir John Franklin di Kanada (AP Photo/The Canadian Press, Public Archives of Canada)

VIVAnews - Kapal pencari penjelajah Kutub Utara Sir John Franklin yang hilang di kawasan paling utara Bumi 150 tahun lalu berhasil ditemukan arkeolog Kanada.

Kapal bernama HMS Investigator itu ditinggalkan pada tahun 1853 karena terperangkap es saat sedang menjalankan misi kedua untuk mencari Franklin dan tim ekspedisinya.

Franklin dan semua anggota tim hilang saat berlayar menuju Kanada Utara tahun 1845. Misi tim saat itu dalam upaya menemukan rute perdagangan antara Atlantik dan Pasifik melalui lautan Kutub Utara atau disebut "Northwest Passage".

Kapal pencari Franklin ditemukan pekan ini di perairan dangkal di Teluk Mercy, laut barat Kanada, oleh seorang peneliti dari Parks Canada.

Seperti dikutip dari laman harian The Telegraph, edisi 30 Juli 2010, kapal HMS Investigator merupakan salah satu dari sejumlah kapal Amerika dan Inggris yang dikirim untuk mencari kapal HMS Erebus dan HMS Terror, yang hilang dalam misi tak berhasil Franklin pada 1845.

Tahun 1953, Investigator ditinggalkan di tengah padang es oleh Kapten Robert McClure dan krunya. Selama tiga tahun, mereka sudah mencoba menyelesaikan tahap air pencarian "Northwest Passage", tetapi terus menerus terkendala lapisan es.

Persediaan makanan yang minim membuat 60 kru meninggalkan kapal. Mereka diselamatkan oleh kapal lain, tetapi McClure dianggap sebagai orang Eropa pertama yang menemukan pintu masuk barat jalur perdagangan.

Tiang layar dan tali-tali kapal telah rusak karena es dan cuaca selama 157 tahun sejak kapal hilang, tetapi bagian dari kapal terlindung berkat air benua utara yang sangat dingin. Kapal yang sering disebut dalam dongeng Northwest Passage itu masih dalam kondisi baik.

Marc-Andre Bernier, kepala penelitian bawah laut Parks Canada mengatakan, "Kapal berada dalam kondisi sangat baik. Ini adalah penemuan yang sangat penting. Ini adalah kapal yang berlayar dalam tahap akhir pencarian Northwest Passage," kata Bernier.

Tim Parks Canada tiba di Mercy Bay pada 22 Juli, dan tiga hari kemudian, es sudah cukup mencair hingga perangkat sonar bisa digunakan. Bangkai kapal ini ditemukan dalam waktu 15 menit.

Menurut Bernier, tidak ada rencana untuk mengangkat kapal ke permukaan. Tim hanya berharap bisa menggunakan perangkat video bawah air untuk mengambil gambar kapal.

Jim Prentice, menteri lingkungan hidup Kanada, mengatakan bahwa pemerintah Inggris telah mengetahui penemenuan bangkai kapal berikut tiga mayat pelaut yang diduga meninggal karena sakit. (adi)

• VIVAnews


INILAH.COM, Jakarta – Udang langka yang mungkin hewan paling kuno di bumi dan masih hidup serta sehat, ditemukan di Inggris. Udang itu hidup 200 juta tahun lalu ketika dinosaurus berevolusi.

Dua koloni udang kecebong, Triops cancriformis ditemukan di Caerlaverock Pantai Solway Dumfriesshire.

Para ahli berpikir ada populasi Crustacea yang lebih tersembunyi yang merupakan spesies langka berada di tempat lain.

Para ilmuwan percaya udang kecebong mungkin memiliki silsilah tertua dari satwa yang masih hidup.

Penemuan fosil menunjukkan bahwa udang itu hidup 200 juta tahun yang lalu, ketika dinosaurus pertama kali berevolusi.

Udang itu memiliki kemampuan untuk hidup di kolam dengan air terbatas. Ketika air mengering, yang dewasa mati tetapi meninggalkan telur yang dapat tetap dorman selama bertahun-tahun sampai kondisi menjadi basah kembali.

Memahami gaya hidup tidak biasa dari binatang itu membantu peneliti Universitas Glasgow membuat penemuan yang diumumkan hari ini.

Lumpur kering yang diduga mengandung telur udang kecebong ini diambil dari kolam sekitar Caerlaverock dan kembali dibasahi serta ditempatkan dalam akuarium kecil.

Para ilmuwan terkejut menemukan udang di salah satu tangki dalam beberapa minggu.

Peneliti mahasiswa Elaine Benzies mengatakan 'Aku tidak mengharapkan untuk menemukannya dan hanya masuk untuk memeriksa panas dan lampu. Senang rasanya mengintip ke dalam tangki untuk melihat udang kuno ini selamat dari masa lalu.'

Udang kecebong sudah lama dianggap terbatas hanya ada di kolam tunggal di New Forest, Hampshire.

Lalu pada 2004 Dr Larry Griffin dari Wildfowl & Wetlands Trust (WWT) menemukan koloni terisolasi ratusan mil jauhnya di kolam Caerlaverock.

Dr Griffin mengatakan 'Koloni Caerlaverock adalah rawan, sejarah mempengaruhi populasi dari dulu hingga sekarang.

'Tapi sekarang kita tahu bagaimana makhluk aneh ini bertahan, kita harus menyadari bahwa ada kesempatan bagus di sana adalah populasi yang lebih di luar sana.

'Triop dewasa dengan cepat dan menghasilkan ratusan telur hanya dalam beberapa minggu. Kolam mereka mungkin kering, tapi telur bisa bertahan dalam lumpur selama bertahun-tahun.

'Meskipun di Inggris mereka semua adalah betina, mereka memiliki baik bagian reproduksi jantan dan betina sehingga hanya perlu satu telur untuk bertahan hidup dan menumbuhkan seluruh populasi.'

WWT, Universitas Glasgow dan Natural Heritage Skotlandia telah meluncurkan suatu proyek bersama untuk mencari koloni udang kecebong.

Profesor Colin Adams dari Glasgow University mengatakan, "Ini mendorong untuk mendapatkan suatu hasil awal yang positif dari proyek eksplorasi. Sekarang kita harus memperluas ruang lingkup untuk memperluas daerah pencarian hewan air tawar langka dan karismatik ini."[ito]

sumber: inilah.com

Thursday, July 29, 2010

ilustrasi

CANDI RAJA, karya seni peninggalan peradaban Hindu, diperkirakan sangat besar. Selain merupakan rangkaian dari Candi Dieng, Candi Raja dipercaya lebih besar dari Candi Borobudur.

Ya, bisa jadi benar apa yang menjadi kepercayaan warga itu. Jika di lihat dari letak geografis, Candi Raja yang berada di Desa Candirejo Mojotengah, di sebelah barat juga terdapat candi yang masih terkubur. Orang sekitar menyebutnya Candi Jabon. Disebelah timurnya, masih terdapat Candi Sindon yang sekarang ini juga terkubur dan kawasan candi tersebut dijadikan tempat pemakaman leluhur.

Kepala Desa Candirejo, Uni Al Joni saat ditemui dikediamannya memperkirakan candi masih terangkai menjadi satu kesatuan pada masa kejayaan Hindu dulu. Menurutnya, akses ke candi memang sulit, namun banyak warga pada hari-hari tertentu datang menyaksikannya.

“Pada awalnya warga mempercayai sebagai tempat yang angker. Warga juga menjadikannya pemakaman,” ungkapnya.

Ia mengatakan, lokasi candi bertambah ramai, pada tahun 2000, mantan presiden RI almarhum KH Abdurahman Wahid menemukan makam yang secara spiritual dipercaya sebagai makam guru KH Hasyim Asyari, yakni Syekh Abdullah Qobudin. Makam tersebut kemudian dibangun secara permanen di samping pintu masuk kawasan candi.

“Waktu itu Gus Dur diantar almarhum KH Zubaidi,” jelasnya.
Petilasan Joni menambahkan, sebelum dibuat prasasti, pada malam-malam tertentu di petilasan tersebut sering terlihat cahaya memancar pada malam hari. Kalau pas baru beruntung, cahaya tersebut semakin terang memancar, namun ada pula yang baru sebentar hilang.

“Sampai sekarang pun masih ada, kalau menjelang ujian atau prajabatan, banyak yang datang pada malam Jumat Kliwon,” katanya.

Candi yang terkubur di dalamnya dipercaya besar karena selalu muncul bebatuan jika tanah dilubangi untuk pemakaman. Pihaknya juga mengaku candi sempat mau dijadikan objek wisata, namun kalau pemakaman warga dipindah, orang-orang sekitar menolak.

“Kalau ada yang menemukan bebatuan, ya ditumpuk di sekitar situ,” terangnya.
Kepala Seksi Sejarah, Museum dan Kepurbakalaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Subuh Oni Wiyono SE mengatakan kawasan Candi Raja memang dikeramatkan. Menurutnya, candi tersebut merupakan candi yang dipercaya seumur dengan Candi Dieng.

“Candi itu dipercaya lebih besar dari Candi Borobudur,” ungkapnya.
Menurutnya, hal itu memang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenaran karena belum ada penelitian ilmiah. Pada tahun 2008 ada penelitian tim dari Yogyakarta hanya memastikan bahwa keberadaan bebatuan di sana merupakan peninggalan candi Hindu.

Oni juga mengatakan pernah ada peneliti dari Jakarta juga menyimpulkan hal yang sama. Jika dijadikan objek wisata, hal tersebut sangat mungkin karena mempunyai riwayat kesejarahan yang jelas. Hanya saja, akses ke sana cukup berat, sehingga membutuhkan banyak dana untuk mengembangkannya.


sumber

Wednesday, July 28, 2010

Dr. Takeshi Yamada

Dr. Takeshi Yamada

Dr. TAKESHI YAMADA, peneliti asal Jepang, menemukan 10 makhluk aneh yang mengegerkan dunia ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah monyet vampire di China. Seperti yang kita ketahui tentang vampire, maka hidup monyet vampire ini tergantung dari menghisap darah makhluk lain.

Vampire Monkey

Vampire Monkey

Uniknya makhluk ini dalam beraktivitas banyak menggunakan tangannya, seperti halnya manusia. Spesies ini diyakin sebagai mata rantai yang putus dari evolusi manusia hingga berbentuk seperti sekarang. Keunikan lainnya, monyet ini seperti burung yang menenun sarangnya.

Siput Chupacabras

Siput Chupacabras

Penemuan Dr. Takeshi Yamada yang menghebohkan lainnya adalah keong raksasa yang ditemukan dari laut terdalam. Kakinya seperti chupacabra, karena itu diberi nama siput chupacabras.

Siput Pemakan Daging

Siput Pemakan Daging

Penemuan lainnya adalah siput pemakan daging terbesar di dunia ini, ditemukan awal tahun 2007. Siput ini juga punya senjata racun yang konon sangat mematikan.

Blue Merman

Blue Merman

Yang tak kalah mengerikan adalah blue merman yang ditemukan di Pulau Sado. Mirip spesies kadal atau bunglon. Makhluk ini juga berbahaya pada tangan-tangannya yang bisa mengembang. Bila usianya semakin bertambah, bintang ini akan terlihat mirip kodok.

Mummi Bayi berwajah dua

Mummi Bayi berwajah dua

Mumi bayi berwajah dua ini kini berada di museum kedokteran di Coney Island Hospital.

Naga Laut Raksasa

Naga Laut Raksasa

Disebut naga laut raksasa ditemukan di dasar laut Pulau Awaji. Makhluk ini diduga telah punah pada awal abad ke-20.

Kepiting Ladam

Kepiting Ladam

Dua spesies baru kepiting ladam, diduga hidup masa masa pra sejarah sekitar 400 juta tahun lalu. Baru baru ini kepiting purba ini ditangkap oleh tim peneliti dasar laut dari Universitas Higashi Osaka Jepang. Masih ada empat species kepiting purba yang diindetifikasi hidup 250 juta tahun lalu.

Semut berwajah manusia

Semut berwajah manusia

Penemuan kali ini tak kalah aneh, semut berwajah manusia. Dalam mitologi India dipercaya orang bertabiat buruk akan bereinkarnasi menjadi semut. Ada banyak semut-semut berwajah manusia yang ditemukan di India, melebihi di negara manapun. Salah satu contohnya adalah yang dimiliki dr Takeshi Yamada yang merupakan hasil ekspedisi tahun 2004. Coney Island Anthropoliogical Institute juga memiliki koleksi ini.

St. Helena Giant Earwig

St. Helena Giant Earwig

Makhluk yang berasal dari St Helena ini, diduga telah punah pada beberapa decade yang lalu diduga karena pembangunan pelabuhan udara internasional di sana. Himpunan ilmuwan dan pemerhati entomologists melakukan protes dalam beberapa tahun terakhir yang menyebabkan punahnya spesies ini. Penelitian yang dipimpin Dr Takeshi Yamada pada 2005 menemukan beberapa spesies baru earwigs raksasa. Penelitian ini merupakan bagian dari program yang dilakukan di Coney Island University.

Fiji Mermaid

Fiji Mermaid

Fiji Mermaid sepanjang 6 kaki mirip putri duyung ditemukan di Shikoku, Jepang. Disebut Ningyo Shinko. Banyak tempat keramat agama Shinto dan kuil Budha mengabadikan mermaid ini sebagai makhluk suci.Orang datang untuk bersembahyang di tempat2 ini setiap hari.

 

blogger templates | Make Money Online